Kamis, 31 Maret 2016

Profil Masjid Besar Al-Hidayah Meureubo


PROFIL MASJID BESAR AL-HIDAYAH KEC. MEUREUBO
KAB. ACEH BARAT

BAB I
PENDAHULUAN
A. Sejarah Masjid Besar Al-Hidayah
            Meureubo adalah salah satu desa dalam Kabupaten Aceh Barat, sama seperti desa lainnya memiliki latar belakang sejarah masing-masing. Masyarakat desa Meureubo pada masa penjajahan Belanda dan jepang belum memiliki masjid, namun memiliki tempat ibadah sebagai sentral ummat yaitu Meunasah. Meunasah terletak di tepi sungai krueng Meureubo sebagai Imum adalah Imum Musa dan Imum Daud. Di Meunasah tersebut tidak saja masyarakat Meureubo menjalankan rutinitas keagamaan melainkan juga masyarakat desa Ujong Drien dan masyarakat Ujong Tanjong melaksanakan shalat 5 (lima) waktu dan shalat jumat di Meunasah tersebut.    Seiring perjalanan waktu dan perkembangan masa, masyarakat desa Ujong Drien dan ujong Tanjong membangun Meunasah masing-masing, sedangkan Desa Meureubo sekitar tahun 1950 mulai membangun Masjid Al-Hidayah Meureubo di lokasi sekarang ini dengan ukuran 20m x 20m dengan swadaya masyarakat, unsur kepanitiaannya adalah Tgk. M. Yusuf, Tgk. Mansur, Tgk. Zainal Abidin dan Tgk. Ya’cob. Adapun pembangunan tahap ke II pada tahun 1980 yaitu pelebaran masjid samping kiri kanan unsur penitiannya juga tokoh-tokoh yang disebutkan di atas, akan tetapi sudah ada regenerasi dengan beberapa tokoh lainnya seperti Tgk. Zainuddin ZA.  Tahap ke II ini terus berjalan sebagaimana biasanya sampai dengan bencana alam gempa dan tsunami Tahun 2006.                                                                      Adapun tahap ke III yaitu seperti bangunan sekarang ini ukuran bangunan 25m2 x 20m2 bangunan 2 lantai. Konstruksi bangunan saat sekarang jauh berbeda dengan konstruksi bangunan sebelumnya Pasca tsunami diawali dengan bantuan BRR  NAD-Nias Rp. 200.000.000,- (Dua ratus juta) dengan memulai Pondasi baru, seterusnya pada tahun 2015 terbentuk Badan Kemakmuran Masjid Besar Al-Hidayah Kecamatan Meureubo SK Camat Meureubo Nomor : 223/406/2015, dengan Ketua BKM : H. Ilyas Bay, Wakil Mushalli, Sekretaris Marhajadwal, MA, Bendahara Busatami Ahmad, Ketua Panitia Anwar, SH dan Imum Chik Tgk.H. Zainuddin ZA, Imum Rawatib Tgk.H. Firdaus, Tgk. Mutawali, S.Pd.I dan Tgk. Ya’cob Mansur.
B. Visi dan Misi Masjid Besar Al-Hidayah
Visi: Pelayanan Jama’ah dengan Mewujudkan Masjid sebagai Sentral Tempat Beribadah, Sentral  Kegiatan Masyarakat dan Sentral Informasi  
Misi:  Untuk menjalankan Visi tersebut di atas,  Masjid Besar Al-Hidayah Meureubo dalam melaksanakan kegiatan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Kegiatan Rutin
Ø  Shalat  lima waktu berjamaah
Ø  Adzan Awal Waktu
Ø  Penyediaan fasilitas full Time (Masjid Besar Al-Hidayah terbuka 24 Jam)
2.  Kegiatan Periodik
Ø  Pengajian umum, setiap hari ba’dah shubuh
Ø  Taddarus  al-Qur’an, bulan Ramadhan
Ø  Penyelenggaraan shalat Jum’at
Ø  Kajian syariah, aqidah dan akhlak setiap malam Senin
Ø  Kursus seni baca al-Qur’an setiap malam Ahad
Ø  Penyelenggaraan shalat Tarawih berjemaah ba’da shalat Isya’ setiap bulan Ramadhan
Ø  Penyelenggaran caramah agama dan buka puasa bersama/ ta’jil pada bulan Ramdhan
Ø  Pengajian menyambut Nuzulul Qur’an pada bulan Ramadhan
Ø  Pesantren Kilat untuk remaja
Ø  Penghimpunan dan penyaluran zakat Fitrah pada setiap Idul Fitri
Ø  Penghimpunan, pemotongan dan penyaluran hewan Qurban pada setiap Idul Adha
Ø  Penyelenggaraan  berzanzi dan khanduri maulod di 12 Rabiul Awwal setiap tahun
Ø  Penyelenggaraan Hari-hari Besar Islam Setiap Tahun (Ceramah Agama)
3. Kegiatan Insidentil
Ø  Upacara pengucapan ikrar Dua Kalimat Syahadat/ peng-Islaman
Ø  Penyelenggaraan Ijab Qabul/ Walimatul Urs
C. Data Umum                                                                                                           
Adapun Data Umum Masjid Besar Al-Hidayah Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat, sebagai berikut:
1. Nama Masjid                                   : Masjid Besar Al-Hidayah
2. Alamat                                             : Jln. Nasional Meulaboh-Tapaktuan Km. 3
                                                              Gampong Meureubo Kec. Meureubo
                                                               Kab. Aceh Barat

3. Jenis Tipologi                                     : Masjid Besar
4. No. Telp/ HP                                     :
5. Tahun Berdiri                                      : 1950
6. Luas Tanah                                         : 3000 m2
7. Luas Bangunan                                   : 546 m2
8. Status                                                 : Wakaf
9. Jumlah Jamaah Masjid                    :                      
10. Daya Tampung Maksimal             :
o   Jamaah                                        : 600 Orang
o   Jumlah Pengurus Masjid               : 20 Orang
o   Jumlah Imam                                : 5 Orang
o   Jumlah Khatib                               : 2 Orang
o   Jumlah Remaja Masjid                  : 10 Orang
11. Fasilitas Kelengkapan Masjid       :
o  Tempat Wudhu
o  Kamar Mandi/ WC
o  Kipas Angin
o  Ruang Tamu
o  Mihrab
o  Jadwal Waktu Shalat (Jam Elektrik)
o  Pengeras Suara
o  Mukenah Untuk Kaum Wanita
o  Tikar
o  Rak Buku
o  Al-quran
o  Gudang
o  Areal Parkir
D. Kas Pembangunan Masjid Besar Al-Hidayah
1. Kas Rutin Jum’at
2. Kas Pembangunan, bersumber dari:
Ø  Perkepala Keluarga perbulan, Rp. 20.000,- atau Rp. 30.000,- atau   Rp. 50.000,- / menurut kemampuan.
Ø  Melalui Proposal (Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Para Dermawan serta Hamba Allah.
BAB II
POLA PEMBINAAN MASJID
A. Bidang Idarah
 Masjid yang telah dan sedang dibangun dengan megah dapat dikelola secara jam’iyah atau secara kolektif, karena fungsi masjid yang demikian luasnya, tidak mungkin dikelola oleh satu atau dua orang saja. Karena bila pengelolaan yang bergantung pada satu atau dua orang saja maka fungsi masjid akan menjadi sempit, masjid hanya digunakan untuk shalat saja, setelah pelaksanan shalat selesai masjid dikunci khawatir masjid akan menjadi kotor dan tempat bermain-main anak-anak kecil.
            Agar pengelolaan masjid dapat berjalan dengan baik maka dibentuklah Badan Kemakmuran Masjid (takmir masjid) pada Tahun 2015 masa bakti Tahun 2015-2020. Dimulai dari ketua hingga seksi-seksi hendaknya dapat menjalankan amanat sesuai dengan bidangnya masing-masing. Setiap pengurus hendaknya saling berlomba dalam melaksanakan kebaikan dengan semangat perjuangan yang ikhlas, segala amal ibadahnya semata-mata untuk meraih ridha Allah SWT.
            Rencana Anggaran Biaya Total untuk membangun Masjid Besar Al-Hidayah Kecamatan Meureubo Kab. Aceh Barat membutuhkan anggaran sebesar: Rp. 1.540.585.000,- (Satu milyar lima ratus empat puluh juta lima ratus delapan puluh lima ribu rupiah), dengan rinciannya:
o   Pekerjaan Persiapan                            :           4.000.000,00
o   Pekerjaan Tanah dan Pondasi             :       131.862.378,76
o   Pekerjaan Pasangan/Plesteran             :         63.157.751,16
o   Pekerjaan Beton Bertulang                 :       241.245.492,08
o   Pekerjaan Lantai dan Keramik            :       120.594.369,93
o   Pekerjaan Langit-Langit                     :         75.508.747,50
o   Pekerjaan Kosen Pintu dan jendela    :         24.437.900,00
o   Pekerjaan Pengecatan                         :         42.343.875,47
o   Pekerjaan Instalansi Listrik                 :         35.030.000,00  
Adapun Rencana Anggaran Biaya Lanjutan Pengecoran Dak Atas dan Kubah Masjid Besar Al-Hidayah yang sedang diselesaikan membutuhkan dana sebesar,     Rp. 543.901.183,91, dengan rincian sebagai berikut:
o   Pekerjaan Beton bertulang                  :       113.846.428,91
o   Pekerjaan Rangka Atap                      :       248.010.755,00
o   Pekerjaan Kubah                                 :       182.045.000,00

B. Bidang Imarah

            Memberdayakan masjid dengan berbagai macam kegiatan, yang meliputi gerakan shalat lima waktu dengan berjamaah dan shalat sunnah lainnya, kegiatan majlis taklim, TPQ, Peringatan Hari Besar Islam, Pemberdayaan Lembaga Amil Zakat dan lainnya. Kegiatan-kegiatan ini didalam ketakmiran di bagi rata berdasakkan ketua bidang dan seksi-seksi yang telah dibentuknya, antara lain:
Ø  Seksi Pendidikan
Ø  Seksi PHBI
Ø  Seksi Sosial Kemasyarakatan
Adapun kegiatan-kegiatan bidang Imarah, antara lain sebagai berikut:
1. Kegiatan Rutin
o   Shalat  lima waktu berjamaah
o   Adzan Awal Waktu
o   Penyediaan fasilitas full Time (Masjid Besar Al-Hidayah terbuka 24 Jam)
2.  Kegiatan Periodik
o   Pengajian umum, setiap hari ba’dah shubuh
o   Taddarus  al-Qur’an, bulan Ramadhan
o   Penyelenggaraan shalat Jum’at
o   Kajian syariah, aqidah dan akhlak setiap malam Senin
o   Kursus seni baca al-Qur’an setiap malam Ahad
o   Penyelenggaraan shalat Tarawih berjemaah ba’da shalat Isya’ setiap bulan Ramadhan
o   Penyelenggaran caramah agama dan buka puasa bersama/ ta’jil pada bulan Ramdhan
o   Pengajian menyambut Nuzulul Qur’an pada bulan Ramadlan
o   Pesantren Kilat untuk remaja
o   Penghimpunan dan penyaluran zakat Fitrah pada setiap Idul Fitri
o   Penghimpunan, pemotongan dan penyaluran hewan Qurban pada setiap Idul Adha
o   Penyelenggaraan  berzanzi selama lebih malam 7(tujuh) dan khanduri maulod tepat di 12 Rabiul Awwal setiap tahun
o   Penyelenggaraan Hari-hari Besar Islam Setiap Tahun (Ceramah Agama)
3. Kegiatan Insidentil
o    Upacara pengucapan ikrar Dua Kalimat Syahadat/ peng-Islaman
o    Penyelenggaraan Ijab Qabul/ Walimatul Urs
C. Bidang Ri’ayah                                                                                                  
  Suatu bidang yang meliputi pembangunan masjid, rehab dan pemeliharaan masjid. Dengan demikian masjid yang telah dibangun dapat dijaga kemegahan, keindahan, kesucian, kebersihannya. Sehingga setiap orang akan merasa aman, nyaman damai ketika berada di masjid. Kegiatan-kegiatan ini didalam ketakmiran di bagi rata berdasarkan ketua bidang dan seksi-seksi yang telah dibentuknya, antara lain:
Ø  Seksi Keamanan
Ø  Seksi Pemeliharaan dan Kebersihan, dan
Ø  Perlengkapan dan peralatan Masjid






Tidak ada komentar:

Posting Komentar